jump to navigation

Regina Jalan-jalan [ke malang dan surabaya] = Desember 2007 August 24, 2008

Posted by myregina in jalan-jalan.
Tags: , ,
trackback

Setelah bulan November tahun lalu, tepatnya ketika Regina genap berusia 7 bulan, di usianya yang ke-8 bulan Regina memulai petualangan kedua kalinya naik pesawat di akhir Desember 2007. Kalo bulan sebelumnya Regina berangkat ke Jakarta untuk bertemu dengan Ompung, Bapatua, Namboru, Kakak, Abang juga iban-ibannya yang ada disana, kali ini Regina berangkat ke Malang untuk menghadiri Resepsi pernikahan sohib papanya yaitu Oom Daru di Malang – Jawa Timur.

Sama seperti kekhawatiran saya dan mamanyaRegina pada penerbangan sebelumnya, yaitu kuatir Regina mengalami mabok udara ataupun “penyakit-penyakit” perjalanan via udara yang biasa menghinggapi para
balita yang melakukan perjalanan lewat udara, kali ini kami extra hati-hati dan full persiapan, maklum di kota yang akan kami datangi ini tidak ada sanak family atau keluarga yang bisa direpotin kalo Regina sakit. Selain itu, tujuan dari perjalanan ini juga adalah untuk jalan-jalan, jadi kami tidak mau terjadi sesuatu yang nantinya malah bikin Regina jadi sakit.

Tiba di Bandara, mama segera membuat sebotol susu yang akan diberikan pada saat pesawat take-off.  Maklum, pada saat pesawat mulai mengudara biasanya kuping jadi bindeng atau berdenging. Untuk orang dewasa hal ini tidak menjadi masalah, karena kita sudah bisa mengatasi sendiri. Tapi untuk seorang bayi Regina, ini bisa menjadi masalah besar, kuping berdenging, dan bayi akan merasa kesakitan, akibatnya nanti bikin semua penumpang merasa terganggu.

Sebelum naik pesawat, selain sebotol susu formula yang telah disiapkan, kami juga membuat penyumbat telinga dari kapas yang digulung kecil-kecil, untuk nanti disumpalkan di lubang telinga Regina, untuk mengurangi resiko kuping berdenging.

Pintu pesawat sudah ditutup, kru pesawat mulai memeragakan alat-alat prosedur standar keamanan, kami berusaha membuat regina agar tetap terjaga, supaya pas pesawat take –off Regina siap minum susu. Pesawat pun mulai masuk di runaway, pilot di cokpit sudah memberitahukan pesawat akan segera lepas landas.
Mama siap-siap “menyumpal “ regina dengan sebotol susu, sementara saya masih sibuk memasukkan kapas ke lubang telinga Regina. Ini memang agak sulit, karena selain lubang telinga yang kecil (maklum
bayi…hehehe) Regina pun selalu bergerak-gerak dan merasa tidak betah kalo kapas di masukkan di lubang telinganya…

Akhirnya pesawat pun lepas landas, sebagai ganti kapas, jari tanganpun saya gunakan untuk menutup lubang telinga Regina, sementara mama sudah siap dengan botol susu yang sudah masuk di mulut Regina…

Pesawat semakin tinggi mengudara, getaran sudah semakin berkurang, sampai akhirnya sampai di ketinggian tertentu dimana semua penumpang sudah boleh melepasakan seat belt…ahhh akhirnya…aman… Tidak terjadi sesuatu terhadap Regina. Dia baik-baik aja, malah ketawa-ketawa kesenangan.


Seperti kebiasaan Regina, dia sangat merasa senang ketika berada di tengah-tengah keramaian atau ketika banyak orang. Itu juga yang terjadi ketika pesawat sudah mengudara. Dia mulai tidak betah di tempat duduknya, akhirnya saya pun bertugas menggendong Regina untuk sekedar jalan-jalan di lorong antara
kursi penumpang. Regina pun sibuk ber “dadah-dadah” kepada semua penumpang, yang akhirnya malah mengundang senyum dari penumpang yang melihat tingkah Regina.

Sekitar 1 jam kemudian, bapak pilot di ruang kemudi pesawat mengumumkan bahwa beberapa saat lagi pesawat akan mendarat. Ini masalah lagi. Saya dan mamanya Regina harus siap-siap dengan tindakan serupa seperti pesawat akan lepas landas. Untung nya Regina sedang pulas tertidur sehingga masalah dapat terlewati.

Pesawat landing di Bandara Juanda – Surabaya sekitar jam 7 malam. Sesuai petunjuk dari mr Daru kami segera mencari tempat dimana biasanya kendaraan-kendaraan travel menuju Malang berada. Lokasi yang dicari tidak sulit ditemui. Perjalanan pun dilanjutkan ke kota Malang. Perjalanan ke kota Malang seharusnya dapat di tempuh dalam waktu +- 2 jam dalam keadaan lalu-lintas normal. Tapi semenjak terjadi luapan lumpur di sidoarjo atau yang lebih kita kenal dengan istilah Lumpur Lapindo perjalanan pun menjadi agak terhambat, karena kendaraan harus memutar melalui jalan biasa (bukan lewat tol Gempol) bahkan masuk-masuk melalui jalan kampung yang sempit dan kecil. Mau bilang apa, kita gak bisa protes karena cuman itu akses jalan yang tersedia.

Tiba di Malang sekitar jam 11 malam, lumayan lambat, karena menumpang kendaraan travel artinya setiap penumpang akan diantar ke masing-masing alamat tujuannya, kami pun menjadi penumpang terakhir yang
diantar. Tujuan kami adalah hotel yang berada di seputar kayu tangan yang sudah disiapkan mr Daru. Tiba di hotel, teman-teman rupanya sudah berkumpul disalah satu kamar, kangen-kangenan pun menjadi agenda pertama saya dan teman-teman ex-impala malam itu. Regina, sekali lagi, karena berada di keramaian seolah
tidak merasa kecapean,padahal sudah menempuh perjalanan sekitar 5 jam dari Makassar. Namun tidak lama akhirnya dia tertidur juga setelah dikeloni sama mamanya.

Saya masih ngobrol-ngobrol sama teman-teman melepas kangen dan bernostalgia.

Keesokan harinya, pagi-pagi, mr Keceng sudah datang ke hotel untuk menjemput saya untuk menghadiri
acara akad nikah Daru, sementara Regina dan mama tinggal di hotal, siap-siap untuk menghadiri resepsi pernikahan yang diselenggarakan siang hari.

Sekitar jam 11 siang, saya dan keceng menjemput Regina dan mamanya pergi ke acara resepsi di Sasana Krida (gedung serbaguna milik UNM – ex- IKIP Malang). Regina pun akhirnya bisa berkenalan dengan teman-teman papanya.

Selesai menghadiri resepsi pernikahan Daru, kami memanfaatkan waktu untuk keliling kota Malang dengan naik angkot. Tujuan kami adalah Pusat kota (alun-alun) dan Matos. Tidak adanya sarana transportasi
pribadi/mobil sewaan membuat pergerakan kami agak terhambat. Beberapa rencana yang sudah kami susun tidak dapat terlaksana, salah satunya adalah pergi ke kota Batu. Padahal saya dan sari pengen sekali berkunjung kesana. Maklum disitulah pertama kali saya mengenal mantan pacar saya a.k.a mamanya Regina,
hehehehe…

Sore menjelang malam, waktu banyak kami habiskan beristirahat di hotel, sekalian ngobrol2 sama teman-teman. Regina tertidur, mungkin dia kecapean…

Pagi-pagi keesokan harinya, kebetulan hari minggu, kami pun menyempatkan diri utk beribadah di Gereja GPIB yang berada di alun-alun kota Malang. Menuju alun-alun kami menggunakan becak. Regina senang sekali ketika naik becak. Wajahnya sumringah terus. Udara Malang yang sejuk membuat Regina semakin gembira.

Selepas ibadah, kami sarapan di restoran cepat saji yang berada di sebelah Plasa Sarinah. Lalu kami lanjut ngopi di Toko OEN, restoran sekaligus toko kue dan eskrim yang terkenal sejak jaman baheula.

Selesai sarapan kami pergi ke daerah Jl Sungai Ciliwung untuk membeli oleh-oleh khas Malang, lalu kembali ke hotel, utk berkemas-kemas, karena siang hari kami akan ke Surabaya.

Sekitar jam 2 siang, kendaraan travel yang akan mengantar kami ke Surabaya tiba.

Perjalanan menuju Surabaya lumayan lancar. Sekitar 3 jam. Tujuan kami adalah rumah mantan boss mamanya regina. Kebetulan beliau sekarang bertugas di Surabaya.

Jam 5 lewat sedikit kami sudah tiba. Kak Amel, menyambut Regina, kebetulan, katanya dia udah nunggu-nunggu banget Regina. Mangkanya begitu kami turun dari kendaraan dia langsung menggendong regina.
Regina pun dikasih hadiah sama Amel. Boneka karakter Minnie Mouse warna pink.
Malam itu Regina praktis menjadi “bulan-bulanan” kak Amel. Kesana kemari Regina di gendong sama Amel. Bahkan Amel pernah meminta supaya Regina boleh tidur sama dia kalo malam….hahahaha..belum tahu dia…

Di Surabaya Regina punya pengalaman baru, main-main sama hamster peliharaannya kak Amel…. Padahal mamanya “geli” banget sama binatang yang satu ini. Kayak tikus katanya. Tapi Regina dengan cuek malah
memegang-megang hamster ini, sementara mamanya gak berani mendekat….hehehehe…

Siang keesokan hari nya kami pun kembali ke Makassar.

Singkat memang perjalanan kami, tapi setidaknya menambah jam “terbang” Regina dalam urusan jalan-jalan…hehehe…

Ada satu pengalaman baru Regina di pesawat…yaitu
: Puppy di pesawat, ternyata pesawat bukan cuman dijadikan sarana transport sama
Regina, tapi juga jadi WC terbang…:D

Foto2:

Comments»

1. 3musketeer - August 27, 2008

wah….ngak mau kalau sama mama yah deh….kecil2x dah mulai terbang ke mana2x yah, ikut dongs….


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: